| Menonton di bibir tebing longsoran.Ft Sonni Hadi |
Mereka semua bukan sebagai relawan apalagi petugas yang tergabung dari BNPB, SAR, TNI Polri, tetapi mereka hanya ingin mengetahui lebih dekat dan berselvi ria. Bahkan tidak sedikit yang membawa anak kecil, melihat di bibir longsoran lumpur.
Suheri (47) yang mengaku tinggal disebelah kampung Pasirlangu mengatakan, sebaiknya mereka yang datang tidak perlu mendekat ke area yang memang sudah dilarang. Karena tanah longsoran itu kalau dipijak amblas, dan masih basah.
![]() |
| Tanda panah 21 rumah yang tertimbun tanah longsor /ft Sonni Hadi |
Longsoran itu dilihat rata padahal daerah itu tebing dan dibawahnya ada sungai, diperkirakan kedalamannya sekitar 20 meter, kini setelah longsor dari tebing kawasan Pasirhuni yang membawa material batu batu besar memenuhi sungai dan saking banyaknya longsoran tanah bercampur lumpur menutupi kampung yang tercatat sebanyak 21 rumah. Semuanya tertimbun.
Sementara dari TNI dan BNPB juga tim SAR, tidak ada yang berani memijak lumpur ke arah tengah, alat beratpun yang diturunkan hanya sampai bibir tebing, kata Suheri yang kakeknya selamat ketika kejadian berada di rumah sodaranya. Namun ladang yang ditanami berbagai pohon sayuran hilang tertimbun longsoran.
Petugas yang berada 500 meter dari tempat kejadian tidak bisa berbuat banyak, menghalau para pendatang, namun kendaraan roda dua dan empat tidak bisa masuk karena jalan yang hanya bisa dilalui satu kendaraan saja sudah penuh oleh puluhan ambulance yang siap sedia untuk membawa para korban yang ditemukan.
Berita trakhir pukul 16.00 wib, pencarian dihentikan karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan serta keadaan medan tempat kejadian turun kabut serta hujan gerimis.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan tulis komentar anda