Senin, 17 November 2025

3 orang lagi korban Longsor Ditemukan, mereka anak dan ayah

 Senin pagi sekitar pukul 09.00 WIB (17/11), pencarian korban longsong di Cilacap, menemukan lagi 3 orang dalam keadaan sudah meninggal.

Mereka adalah  Nina Nur Fauziah (9),Wakir Nur Aini (15), cahyanto (57). korban meninggal tersebut adalah


ayah dan kedua anaknya, jadi jumlah yang sudah ditemukan 16 orang sisanya 7 orang lagi masih terus dicari dibeberepa titik yang sudah ditandai.

Hari ke lima ini, tim SAR gabungan menghentikan pencarian sekitar pukul 17.00 wib karena kondisi cuaca sudah mulai hujan gerimis, dan untuk selanjutnya akan diteruskan esok hari dimulai pukul 06.00.

Harapan sisanya yang dilaporkan tidak ada kontak dan masih dinyatakan hilang sebanyak 7 orang akan dilakukan pencarian kembali Selasa 18-11- di beberapa titik yang sudah ditandai.

beberapa petugas sudah menandai beberapa lokasi yang dinyatakan rawan longsong susulan, karena daerah tersebut dinyatakan labil dan masih ada perherakan tanah, terutama apabila hujan turun.

Untuk itu masyarakat yang berdekatan dengan TKP dihimbau untuk sementara menjauh dari lokasi longsor, lebih aman untuk sementara berada di tempat pengungsian yang disediakan pemerintah.



Minggu, 16 November 2025

Dua korban Longsor Ditemukan lagi, Kini jadi 13 orang Ditemukan

 Minggu pagi sekitar pukul 06.00 WIB (16/11), pencarian korban longsong di Cilacap, berhasil ditemukan tim SAR sebanyak 2 orang, jadi jumlah yang sudah ditemukan menjadi 13 orang meninggal sisanya 10 orang masih dicari tim SAR.

Pencarian sehari penuh dimulai pukul 06 00 wib sampai pukul 17.00 wib, tim SAR menemukan di timbunan lumpur yang terbawa longsor, sedangkan sisanya yang dilaporkan masih belum ditemukan sebanyak 10 orang.

Sebelumnya dikabarkan 21 orang warga dinyatakan hilang. Warga yang belum ditemukan 6 orang dari Dusun Tarukan dan 14 orang dari Dusun Cibuyut. Nama-nama korban sudah diidentifikasi dan masuk daftar pencarian tim gabungan, kata Bupati Cilacap Samsul Syamsul Auliya Rachman.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Kepala Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggulangan, mengatakan, total ada 46 jiwa dari 17 kepala keluarga (KK) yang terdampak musibah. Dari keseluruhan korban yang dinyatakan hilang, sudah ditemukan 13 orang sisanya 10 orang, akan dicari hari Senin mulai pukul 06.00 hingga petang hari.

Pencarian pada hari minggu, dinilai tidak ada hambatan, karena cuaca dikawasan tempat kejadian tidak turun hujan, diharapkan besok hari senin ditopang juga oleh cuaya tidak turun hujan.


23 Orang korban Lonsor Cilacap

Longsor melanda Kampung Cibenying Majenang Kabupaten Cilacap Jawa Tengah, 11orang ditemukan sudah menjadi mayat sedangkan 12 orang lain dikabarkan masih dalam pencarian hingga minggu (16/11) masih belum ditemukan.
Tim SAR dari berbagai unsur masih melakukan pencarian, dibantu masyarakat setempat dan beberapa keluarga korban.
Pemerintah setempat meliputi BPBD, juga kementrian sosial sudah turun tangan dengan menyediakan berbagai peralatan besar sampai menyediakan tenda tenda baik untuk para keluarga korban juga para petugas serta relawan.

Menurut keterangan para anggota tim SAR, sulitnya pencarian karena materian yang mengurug perkampungan terlalu banyak hingga menggunung, sedangkan alat berat yang didatangkan tidak bisa bergerak lebih cepat mengingat 12 orang yang tertimbun tidak diketahui keberadaannya.
Mereka mencari dengan hati hati, menghindari korban tercabik oleh alat berat.

Hambatan lain, dikarena cuasa mendung dan dikhawatirkan ada longsor susulan.
Syamsul Auliya Rachman bupati Cilacap, menjelaskan para korban yang mengungsi Sebagian menempati balai desa, semua kebutuhan sehari hari sudah dipersiapkan.
Bahkan para pengungsi yang berada dekat dengan  tkp dihimbau untuk pindah kelokasi yang ditunjuk petugas, menjaga adanya lonsoran susulan.






 

Selasa, 11 November 2025

Internet reaches remote areas because of this


Siapa nyangka, internet sampai masuk ke daerah terpencil semudah mengedipkan mata, padahal hanya dengan membeli kuota atau menyambung dari server yang menyediakannya, sudah bisa melihat dunia dengan mudah sambil jalan kaki sambil tiduran sambil santai dan sedang apa saja.
Padahal prosesnya lebih sulit dari yang dibayangkan, terutama mereka yang sangat berjasa adalah orang orang lapangan.
Mulai memasang pasilitas pengantar atau tower untuk memasang berbagai alat pemancar penguat agar signal bisa diterima berkilo kilo meter sampai nun jauh di pelosok di negeri ini.
Mereka tak lain para pekerja lapangan mulai penggali tanah sampai pemancangan puluhan tiang dan memasang tower,
Belum sampai disitu ada lagi ahli dalam penyambungan kabel untuk memancarkan signal agar sampai kepada masyarakat yang memerlukannya.
Ini semua tergambar dalam video yang sesingkat ini, ternyata untuk melihat dunia luar cukup dengan hp saja, sudah bisa menjangkau apa yang diinginkan. Inilah teknologi saat ini yang sudah berkembang pesat.

ikl tengah

Aksi Indonesia Darurat