Di balik tembok penjara yang kukuh dan dingin, terdapat ribuan cerita tentang orang-orang yang dipenjara. Banyak yang berpikir bahwa semua orang yang dipenjara adalah orang jahat, tapi apa yang terjadi jika ada yang dipenjara karena fitnah, kebohongan, atau kelemahan?
Ini adalah ceritera blak-blakan seorang mantan walikota
Bandung Dada Rosada yang tidak sedikit dicintai oleh Masyarakat Bandung, karena
kepolosan, kebaikan, percaya kepada siapa saja yang memanfaatkan kebaikannya
hingga merasakan dinginnya penjara Sukamiskin di Kota Bandung. Bakal diangkat
kisahnya oleh seorang sutradara ternama dari Jakarta.
Dada berceritera, mulai dari perjalanan proses hukum target
operasi (TO) KPK tawar menawar masa hukuman 5 tahun-7 tahun-15 tahun akhirnya
10 tahun, dibongkar dan dijelaskan beginilah “cermin” hukum di Indonesia karena
kekuasaan, kata Dada seraya menambahkan kalimat “ Najis aingmah dihukum sapoe
oge-sunda”, juga menjelaskan bahwa dirinya dihianati dan dibohongi oleh
beberapa orang penguasa saat itu.
Memang ceritera blak blakan mantan wlikota Bandung yang satu ini, benar benar terjolimi oleh para penguasa yang merasa benar untuk kepentingan golongannya.
Masuknya ke LP Sukamiskin seperti sudah disekenario
sebelumnya dari keinginan penguasa untuk menjadi ketua partai adalah seseorang,
namun yang terjadi orang lain. Dari momen inilah sebagai kambing hitam adalah
Dada Rosada yang sebelumnya sudah dicalonkan bakal jadi gubernur jabar.
Karena fitnahan yang begitu dipercaya oleh penguasa,
akhirnya Dada dijegal, bahan bukan untuk dihentikan jadi bakal calon gubernur
namun dijadikan taget untuk dihukum dan dimiskinkan. Tentunya hal penjelasan
ini akan dituangkan dalam sebuah video lengkap, untuk pemahaman public.
Memang ceritera yang dilirik oleh sutrada ini, kemungkinan
kelak akan dijadikan sebuah film tentang
seorang pria dipenjara karena tuduhan korupsi. Tapi, apa yang terjadi jika sebenarnya hanya menjadi korban kekuasaan dan kepentingan orang-orang yang berkuasa? Ia hanya ingin melakukan yang terbaik untuk negaranya, tapi malah menjadi korban kepentingan orang lain.
Cerita-cerita seperti ini membuatku sadar bahwa tidak semua
orang yang dipenjara adalah orang jahat. Ada yang dipenjara karena fitnah,
kebohongan, atau kelemahan. Ada yang dipenjara karena kekuasaan, kepentingan,
atau tekanan.
Maka, kita harus berhati-hati dalam menilai orang lain. Kita
harus melihat lebih dalam dan mencari kebenaran sebelum membuat penilaian. Kita
harus ingat bahwa setiap orang memiliki cerita dan alasan yang unik, dan kita
tidak boleh membuat asumsi atau penilaian yang salah, kata beberapa orang yang
turut hadir dalam blak blakan seorang mantan walikota Dada Rosada yang
mengalami jadi penghuni di LP Sukamiskin Bandung.
Sonni Hadi