Senin, 26 Januari 2026

Pencarian Korban Longsor Beberapa Kali dihentikan karena cuaca dan hujan

 

Cisarua KBB,- Pencarian korban longsor di KBB, beberapa kali dihentikan, karena kondisi alam tidak mendukung untuk operasi pencarian. Disamping itu alat berat yang sudah berada tidak jauh dari lokasi longsor, masih belum bisa dipergunakan semuanya, mengingat lokasi lonsor masih rawan bergerak. ratusan relawan yang sudah siap terjun melakukan dampingan para tim SAR, BPBD, TNI dan Polri, tidak bisa berbuat banyak karena menunggu satu komando, sesuai situasi kondisi di lapangan. 
Lokasi paling pinggir yang terkena lonsor, ada sebuah rumah yang hampir tertimbun tanah dan lumpur. Di dalamnya terdapat sebuah mobil hampir setengahnya terkubur di dalam rumah, namun penghuninya dikabarkan selamat bisa menghindar karena berada di tebing paling atas dan bisa meyelamatkan ke perkampungan sebelah.
Sementara penduduk yang berada tepat di pinggir bibir longsoran, untuk sementara ditampung di tempat pengungsian.
Masyarakat yang merasa kehilangan keluarganya, jangan dulu percaya kepada seseorang yang dapat memberikan informasi. Karena rawan informasi menyesatkan. 
Diharapkan apabila ada yang perlu mendapatkan keterangan, bisa langsung kepada Posko bantuan yang sudah disediakan tidak jaug dari kantor desa.

Sedangkan masalah 23 orang anggota Marinil yang hilang, bukan sedang bertugas membantu musibah longsor. Namun anggota yang dinyatakan hilang itu sedang melakukan latihan, hal itu dibenarkan oleh Kepala Staf Laksamana TNI Dr Muhammad Ali, SE., M.M 

Anggota yang dapat ditemukan, sudah 4 orang personil dan lainnya masih dalam pencarian, dijelaskan olehnya saat itu mereka sedang persiapan latihan untuk dikirim ke perbatasan, dalam latihan kebetulan hujan terus menerus selama dua hari.

Hari ketiga pencarian selalu terhenti, dikarena cuaca tidak mendukung, mulai dari alat berat yang tidak bisa masuk, juga anjing pelacak, termasuk pawangnya dihentikan sementara mengingat tanah longsoran selalu bergerak pelahan dan lembek, dikhawatirkan lumpur yang berair bisa membahayakan.

Minggu, 25 Januari 2026

Lokasi Longsor Pasirlangu Disesalkan Dipenuhi Penonton dari Berbagai Pelosok, Bagaikan Tempat Wisata Baru

 

Menonton di bibir tebing longsoran.Ft Sonni Hadi
Lokasi tempat kejadian longsor di Kampung Pasirlangu tepatnya RT 05 RW 05 terdiri dari 21 rumah yang tertimbun tanah longsoran dari tebing Gunung Burangrang., Kec,Cisarua Kab Bandung Barat. Hari kedua dipenuhi para pendatang dari segala arah, baik dari Cisarua, maun dari beberapa kota.

Mereka semua bukan sebagai relawan apalagi petugas yang tergabung dari BNPB, SAR, TNI Polri, tetapi mereka hanya ingin mengetahui lebih dekat dan berselvi ria. Bahkan tidak sedikit yang membawa anak kecil, melihat di bibir longsoran lumpur.

Suheri (47) yang mengaku tinggal disebelah kampung Pasirlangu mengatakan, sebaiknya mereka yang datang tidak perlu mendekat ke area yang memang sudah dilarang. Karena tanah longsoran itu kalau dipijak amblas, dan masih basah.

Tanda panah 21 rumah yang tertimbun tanah longsor
/ft Sonni Hadi

Longsoran itu dilihat rata padahal daerah itu tebing dan dibawahnya ada sungai, diperkirakan kedalamannya sekitar 20 meter, kini setelah longsor dari tebing kawasan Pasirhuni yang membawa material batu batu besar memenuhi sungai dan saking banyaknya longsoran tanah bercampur lumpur menutupi kampung yang tercatat sebanyak 21 rumah. Semuanya tertimbun.

Sementara dari TNI dan BNPB juga tim SAR, tidak ada yang berani memijak lumpur ke arah tengah, alat beratpun yang diturunkan hanya sampai bibir tebing, kata Suheri yang kakeknya selamat ketika kejadian berada di rumah sodaranya. Namun ladang yang ditanami berbagai pohon sayuran hilang tertimbun longsoran.

Petugas yang berada 500 meter dari tempat kejadian tidak bisa berbuat banyak, menghalau para pendatang, namun kendaraan roda dua dan empat tidak bisa masuk karena jalan yang hanya bisa dilalui satu kendaraan saja sudah penuh oleh puluhan ambulance yang siap sedia untuk membawa para korban yang ditemukan.

Berita trakhir pukul 16.00 wib, pencarian dihentikan karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan serta keadaan medan tempat kejadian turun kabut serta hujan gerimis.

ikl tengah